Membaca Ulang Buku Teknik Pernafasan untuk Kesaktian dan Sugesti

Setelah 27 tahun sejak lahirnya naskah buku berjudul “Ilmu Pernafasan untuk Kesaktian dan Sugesti” yang ditulis oleh Tarsono dan Lumintu tampak sambutan masyarakat cukup antusias. Dari pengamatan kami masih banyak orang yang tertarik dan berusaha menguasai teknik pernafasan yang ditulis itu untuk kesehatan dan keampuhan fisik, khususnya para pandemen beladiri.

Salah satu kelompok yang juga tertarik adalah orang-orang yang menderita sakit tertentu dan ingin mempelajari teknik pernasafan tersebut untuk memulihkan kesehatan. Tujuan tersebut benar dan tepat, sebab teknik yang diajarkan di dalam naskah buku itu bertumpu pada asumsi bahwa kesehatan badan sangat tergantung pada kesehatan peredaran oksigen di dalam tubuh manusia. Jadi, kesehatan dan kekuatan paru-paru menentukan diperolehnya kesegaran fisik dan psikis.

Menurut catatan pribadi kami, buku tersebut sangat mudah dan segera dapat dipraktekkan oleh mereka yang selama ini terlatih fisiknya, khususnya orang-orang yang menekuni beladiri atau seni gerak yang lain (misalnya para penari). Mengapa demikian ? Gerakan dan posisi yang digambarkan di dalam buku itu didasari asumsi bahwa orang yang mempelajarinya selama ini sudah memiliki fisik yang baik dan terlatih dalam gerakan-gerakan atau jurus-jurus beladiri. Minimal mudah dilakukan oleh orang yang memiliki kuda-kuda beladiri yang terlatih dan sudah terbiasa melakukan rangkaian gerakan jurus yang memeras tenaga.

Pada tahun 1981 ketika buku tersebut sedang dipersiapkan, kami beberapa siswa Krisnamurti menjadi semacam “kelinci percobaan” yang mendukung isi buku tersebut. Pada waktu itu kami tidak mengalami kesulitan mempelajarinya, mulai dari teknik pernafasan yang dasar hingga yang berkaitan dengan pelontaran tenaga gabungan. Hal ini terjadi karena pada waktu itu kelompok kami adalah “tim tempur” yang mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi pencak silat di DIY. Push up 300 kali sehari menjadi makanan sehari-hari, bahkan kewajiban menendang atau menggajul sebanyak 200 kali kaki kiri dan kanan dalam sehari merupakan menu sehari-hari. Artinya kondisi fisik yang prima menjadi syarat untuk bisa langsung mempraktekkan porsi-porsi dalam buku tersebut.

Saat ini, setelah waktu berjalan lebih dari 20 tahun, kami mencatat bahwa buku tersebut masih dapat digunakan untuk menjaga kesehatan melalui kuatnya paru-paru. Namun, bagi para pemula atau yang kondisinya tidak prima (seperti gambaran diatas), tampaknya diperlukan semacam periode transisi. Tujuan periode ini adalah membiasakan paru-paru mengikuti model pernafasan yang ada di dalam buku tersebut, ditambah dengan kekuatan otot badan yang mendukung gerakan-gerakan untuk pernafasan yang standar di dalam buku itu. Maksudnya, untuk dapat melakukan gerakan standar dan sesuai porsi di dalam buku tersebut diperlukan syarat kondisi fisik yang sesuai (prima).

Periode transisi dapat berupa latihan pernafasan yang bentuk gerakannya sama atau mendekati model latihan pernafasan satu (LP-1), yaitu membungkuk dan membuang badan ke belakang sambil membuang dan mengambil nafas pelan-pelan namun dalam posisi kaki yang rapat (bukan posisi kuda-kuda kaki terbuka lebar). Cara ini perlu dilatih setiap hari minimal 10 menit selama sebulan untuk membiasakan pola pernafasan panjang melalui hidung dan mulut secara teratur dan berirama sambil memperkuat kaki-kaki untuk persiapan memiliki kuda-kuda yang kuat.

Selain itu, para pemula juga perlu membiasakan menarik nafas dan membuang nafas dengan tarikan atau hembusan yang lebih panjang untuk membentuk kebiasaan bernafas panjang. Jika kita di dalam bis kota, misalnya, kita tetap berlatih bernafas panjang juga. Jadi latihan bernafas panjang dilakukan dimanapun dan kapanpun. Uraian ini sesuai dengan arahan Pak Tarsono dalam pertemuan keluarga Krisnamurti di Bantul beberapa tahun yang lalu dan saya catat dengan baik. Katanya, kita harus memiliki deposit oksigen di dalam darah kita lebih banyak dari orang lain agar lebih sehat. Jadi, bernafas panjang lantas menjadi gaya hidup yang dianjurkan di dalam buku teknik pernafasan itu.

Setelah sekitar sebulan melakukan periode transisi dan pola pernafasan panjang terbentuk disertai kaki yang dirasakan kuat untuk menggunakan posisi kuda-kuda kaki terbuka lebar, maka latihan sesuai tuntunan buku tersebut dapat dimulai secara bertahap. Periode transisi ini sangat penting, lebih-lebih bagi mereka yang sama sekali tidak menekuni beladiri, sebab sebenarnya teknik pernafasan di dalam buku itu adalah penunjang pencak silat. Jadi, mau tidak mau perlu memiliki dasar beladiri, minimal kuda-kuda. Teknik lanjutan yang dituliskan di buku itu pada akhirnya adalah menggabungkan pernafasan dengan gerakan pencak silat. Jadi mengintegrasikan teknik pernafasan dengan teknik gerakan beladiri.

Perlu diingat, bahwa efek dari teknik pernafasan ini dapat terlihat langsung, misalnya keringat akan bercucuran sangat deras selama dan sehabis latihan, namun hasil jangka panjang yang lebih banyak dan relatif permanen akan diperoleh melalui ketekunan mental, sesuai dengan semboyan “ngelmu kelakone kanthi laku” (ilmu dapat dikuasai dengan ketekunan latihan/laku) menurut keyakinan RM. Harimurti. Jadi, tidak ada hasil yang instant, sebab melatih paru-paru dan kuda-kuda (kaki) harus dilakukan dengan pelan-pelan dan bertahap. Tujuan akhir latihan bukan memecah benda keras, melainkan kesehatan paru-paru dan fisik kita. Memecah benda keras hanya efek atau salah satu sarana penguji hasil latihan. Oleh karenanya, tujuan latihan mesti di tetapkan dengan jernih sejak awal, supaya tidak kecewa di kemudian hari.

(bersambung)

About these ads

26 Responses to “Membaca Ulang Buku Teknik Pernafasan untuk Kesaktian dan Sugesti”

  1. Mas/Pak,

    Bagaimana caranya untuk mendapatkan buku Ilmu Pernafasan untuk Kesaktian dan Sugesti karangan Pak Tarsono tersebut?

    Terima kasih,

    - yattha -

  2. djarotpurbadi Says:

    Pro Pak/Mas Yattha: saya akan tanyakan kepada penulisnya (Lumintu), apakah masih diterbitkan atau kapan penerbitan terakhir dilakukan. Setahu saya penerbit pertama adalah Buana Minggu di Jakarta, sebab pak Lumintu adalah salah satu kontributor mingguan itu. Jika sudah tidak diterbitkan lagi, mungkin kami akan menayangkan di blog ini atas ijin penulis/penerbitnya, supaya manfaatnya dapat diperoleh orang lebih banyak. Saya pribadi memiliki satu copy tetapi masih edisi stensilan, jadi draf naskah, dan konon buku yang dicetak isinya sama persis dengan draf itu. Dengan teknologi masa kini (scan) dan tambahan pengalaman, barangkali akan kami muat secara berseri teknik pernafasan tersebut. Kami akan meminta satu atau dua rekan di Krisnamurti yang benar-benar “memiliki” warisan tersebut, sebab beliau sudah tekun beberapa waktu cukup intens dibimbing Pak Tarsono. Sabaaar ya.

    • bapak (djarotpurbadi)..saya saat ini sedang memperdalam ilmu pernafasan yang di ajarkan oleh guru saya di aceh nama perguruan saya adalah Satria Ambar Ketawang.dan saya melihat ada photo guru besar RM Harimurti. yang ingin saya sampaikan adalah permohonan untuk mendapatkan buku tersebut untuk pengembangan diri saya dan bisa langsung saya pelajari dan juga saya tanyakan sama guru tempat saya latihan sehingga kaedah dan pemahamannya tidak menyeleweng. Namun saat ini saya bertugas jauh dari tempat saya latihan sehingga mendorong saya untuk mencari di internet tentang buku pernafasan ternyata pak tarsono telah menciptakan buku tersebut timbul keinginan yang besar untuk mendapatkan buku ini..namun saya tidak mendaptkan nya saya telah beberapa bulan mencari buku ini di internet tapi hasil nya nihil. mohon bantuannya…
      dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada bapak saya meninggalkan nomor hp saya dan FB saya juga alamat blog saya agar sudi kiranya bapak membantu saya sehingga bisa mengajarkan masyarakat Aceh bagaimana hidup sehat dengan mengolah pernafasan. senang rasanya bisa berbagi dan mengembangkan ilmu ini….semoga nanti nya ilmu ini bisa berkembang di aceh.

      Hp: 081360591010
      fb : Taufik Hasbi HOlay
      blog; http://www.taufikhasbi.blogspot.com

      trimakasih

      wassalam

      Taufik Hasbi

  3. pak bagaimana klo kita mengembangkan seni pernafasan tersebut untuk kebaiakan semua orang?
    saya menilai sekaran sudah banyak yang di komersialkan/jual belikan,langkah baiknya kita kembangakan dan gratiskan demi kebaikan semua orang.soalnya semua orang butuh,bukan cuma orang orng kaya+berduit aja yang bisa menikmati

    email : andriwidiyanto@gmail.com

  4. djarotpurbadi Says:

    Mas Andri, saya kira sangat baik gagasan anda, sebab yang belajar pernafasan tersebut selama ini memang dari kalangan yang kenal Pak Tarsono. Jadi dari kalangan terbatas, meskipun bukunya sudah terbit lebih dari 20 tahun yang lalu. Dulu ciptaan ilmu pernafasan itu diterbitkan dalam format buku memang dimaksudkan agar dapat dinikmati banyak orang, sokur semua orang, tetapi memang perlu ada yang menuntun. Misalnya, orang yang memiliki gejala tensi darah tinggi harus latihan yang mana dan seberapa banyak, itu yang tahu Pak Tarsono, belum di dokumentasikan resepnya. Jika latihan gerakan tertentu terlalu banyak akan menimbulkan efek tekanan darah naik, maka harus diatasi dengan gerakan yang mana, itu yang tahu juga Pak Tarsono. Beliau memang memberikan resep-resep sekitar masalah-masalah seperti itu kepada mereka yang datang latihan dengan beliau, tetapi sekarang prinsip-prinsip tersebut dalam keadaan tersebar-sebar, belum dikumpulkan menjadi sebuah catatan yang lengkap. Nah, jika akan disebarkan dengan lengkap, maka prinsip-prinsip penuntun tersebut memang harus dikumpulkan juga. Jadi bukan hanya belajar gerakan dan porsinya, sebab persoalan seputar perubahan jasmani-rohani akibat belajar ilmu pernafasan itu juga harus diketahui. Saya pribadi oke alias sangat setuju pengetahuan itu disebarluaskan untuk kebaikan masyarakat siapapun dan dimanapun serta sampai kapanpun.

  5. gotot sbroto Says:

    Saya ikut mempraktekan buku tersebut pada tahun 1981 (waktu itu umur 18 th ) hasilnya sangat fantastis… saya sempat ketakutan karena efek pernafasan yg luar biasa. Pada waktu itu saya sabuk biru KKI, saya sdh biasa latihan keras dan memecahkan benda keras ( bata merah ) 50 bh sdh biasa, namun setelah berlatih sesuai Ilmu Pernafasan & Sugesti setelah 3 bulan, saya mencoba memukul bata merah 25 bh… hasilnya hanya patah 2 bh yg bagian atas, yang 23 bh hancur lebur seperti tepung setelah tersentuh. Sejak tahun itu saya hanya mengingat tanpa berani mencoba latihan lagi…. jadi maksud saya menulis ini jangan sampai kalau sdh belajar pernafasan tahan diri jangan sampai memukul atau menyakiti orang lain, amat sangat berbahaya…..

  6. djarotpurbadi Says:

    Mas Gatot, terima kasih atas kebaikan hati anda berbagi pengalaman. Saya pribadi belum sejauh panjenengan dalam mempraktekkan latihan pernafasan model ini, sebab saya di Krisnamurti “hanya” tertarik gerakan pencak silatnya yang unik. Lagi pula, di Krisnamurti latihan pernafasan model ini menjadi semacam mata pelajaran optional, bukan menjadi bagian dari kurikulum yang baku. Hal itu karena ada bagian dari latihan pernafasan yang terkait dengan mantra atau kekuatan gaib. Padahal, RM. Harimurti sendiri sudah pesan kepada para sahabatnya agar berhati-hati dengan hal-hal gaib sebab menurut pengalaman beliau penggunaan kekuatan gaib pada hakekatnya bermain-main di comberan.

    Pada bagian latihan pernafasan ada latihan yang meningkatkan sugesti, yaitu menggabungkan pernafasan dengan sugesti diri. Bahkan juga ada tulisan di dalamnya tentang ajian, yang hakekatnya adalah mirip anak panah yang dapat dilepaskan kepada sasaran apa saja. Persoalanannya, jika latihan pernafasan dan sugesti tekun dilakukan, maka orang yang melakukannya seperti selalu memegang pisau atau anak panah yang telah terletak di gendewanya. Artinya, ya kita selalu “membawa senjata” kemana-mana termasuk ketika tidur sekalipun. Istilah populer di Jawa adalah “idu geni”, yaitu setiap kata yang diucapkan “selalu” terjadi”. Jika kita bilang secara spontan “kamu jatuh” maka terjadilah. Ini diakui oleh penulisnya kepada para siswa Krisnamurti yang mendengarkan penjelasannya.

    Persoalannya, jika kita sudah sampai tahap itu, dan karena kendali psikologis atau iman kita lemah, maka bisa saja pisau atau anak panah tersebut secara “tidak sengaja” lepas dan mengenai orang-orang yang kita cintai. Saya sendiri ketika mendekati tahap itu ya kemudian menghentikan latihan sugesti itu, sampai sekarang hanya latihan yang bersifat untuk kesehatan fisik saja. Ngeri mas, jika tanpa sengaja panah kita lepas dan menancap pada seseorang yang kita cintai. Panah (sugesti) yang sudah direntangkan kemudian dilepaskan pada hakekatnya sulit di tarik kembali dan dapat dipastikan akan mengenai sasaran. Nah sejak saat itu saya hanya menekuni gerakan pencak silat dan memilih bentuk latihan pernafasan yang bermanfaat untuk kesehatan fisik.

  7. pada dasarnya kita dan alam semesta adalah satu
    sebelum melakukan tehnik pernapasan ada baiknya kita menjaga lingkungan kita termasuk menjaga kelestarian tumbuhan2 dan hutan2 yang ada disekitar kita.. cobalah mencontoh tumbuhan, banyak yang dapat dipelajari dari sebuah tumbuhan..
    salam

  8. armed ra,, Says:

    pak/mas,,
    gimana kalau memang “buku teknik pernafasan untuk kesaktian dan sugesti” yg asli sudah tidak ada disusun kembali dari sumber2 yg masih ada.
    dari kami msh bnyak yg sngat mngharapkan hdirnya sbuah pnuntun untuk mningkatkn ilmu, kemampuan dan keahlian kami, kami ykin ini jg bisa mmbangun potensi dan cikal bakal para pendekar di negri ini,,
    terimakasih,,

  9. djarotpurbadi Says:

    Sahabat, matur nuwun atas apresiasi dan idenya yang bagus terkait dengan buku pernafasan. Semoga kami segera dapat memperoleh jalan keluar untuk membantu panjenengan dan para penggemar pencaksilat negeri tercinta.

  10. mas, saya tertarik sekali dengan buku ini
    mungkin sekiranya mas sudi, boleh kah saya meng copy?
    kalo ada scan an nya, kalau boleh saya minta..
    maklum, saya fisik aga kurang, teman megnanjurkan untuk berlatih pernafasan…

    salam

    terima kasih..

  11. mas, cetakan buku dari pak tarsono masih ada?
    saya mencari2 buku beliau namun susah sekali di temukan sekarang..

    kalau memang ada, boleh saya meminta ato meng kopi? karena saya tertarik dengan ilmu pernafasan..

    terimakasih..

  12. Salam

    Bolehkah saya mendapatkan salinan buku tersebut, baik berupa copy-an atau scan-an.

    Insya Allah akan sangat bermanfaat dan membantu sekali bagi saya :)

    Terima kasih

  13. pak saya juga menginginkan bukunya tapi caranya gimana pak? minta infonya secepatnya ya

  14. Assalamualaikum….
    saya sedikit mengingatkan kepada rekan-rekan yg belajar ilmu olah pernafasan dari buku, hendaknya lebih hati-hati dalam proses latihan, sebaiknya untuk bulan pertama latihan ada orang yg mendampingi sekedar untuk jaga-jaga apabila kita terjatuh atau pingsan. hal ini sering terjadi pada pemula. karena sewaktu menahan nafas terjadi sedikit kebocoran (udara terlepas) dan naik ke otak,sehingga mengganggu keseimbangan misal; mata berkunang-kunang atau langsung tak sadarkan diri. untuk antisipasi jika sudah bocor langsung saja nafas dikeluarkan semua sehingga tidak sampai naik ke otak.
    demikian dari sedikit info dari saya, terimakasih…

  15. pencak silat adalah bela diri asli indonesia

  16. kalau bada saya pessan bukunya

  17. dodot patria Says:

    Assalamu’alaikum.Wr.Wb

    Saya berminat mempelajari ilmu seni pernafasan warisan RM Harimurti, bisakah saya memperoleh bukunya ataumentoring. Terima kasih

  18. bapak (djarotpurbadi)..saya saat ini sedang memperdalam ilmu pernafasan yang di ajarkan oleh guru saya di aceh nama perguruan saya adalah Satria Ambar Ketawang.dan saya melihat ada photo guru besar RM Harimurti. yang ingin saya sampaikan adalah permohonan untuk mendapatkan buku tersebut untuk pengembangan diri saya dan bisa langsung saya pelajari dan juga saya tanyakan sama guru tempat saya latihan sehingga kaedah dan pemahamannya tidak menyeleweng. Namun saat ini saya bertugas jauh dari tempat saya latihan sehingga mendorong saya untuk mencari di internet tentang buku pernafasan ternyata pak tarsono telah menciptakan buku tersebut timbul keinginan yang besar untuk mendapatkan buku ini..namun saya tidak mendaptkan nya saya telah beberapa bulan mencari buku ini di internet tapi hasil nya nihil. mohon bantuannya…
    dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada bapak saya meninggalkan nomor hp saya dan FB saya juga alamat blog saya agar sudi kiranya bapak membantu saya sehingga bisa mengajarkan masyarakat Aceh bagaimana hidup sehat dengan mengolah pernafasan. senang rasanya bisa berbagi dan mengembangkan ilmu ini….semoga nanti nya ilmu ini bisa berkembang di aceh.

    Hp: 081360591010
    fb : Taufik Hasbi HOlay
    blog; http://www.taufikhasbi.blogspot.com

    trimakasih

    wassalam

    Taufik Hasbi

  19. Saya sangat tertarik dengan buku tersebut untuk pemulihan kesehatan. Bagaimana caranya dapat memperolehnya dalam bentuk apa saja : soft copy, hard copy.

  20. djarotpurbadi Says:

    Saya sudah mendapat ijin lisan dari Pak Lumintu untuk menyebar-luaskan buku beliau itu, persoalannya belum tersedia cukup waktu untuk melakukan uploading sebab harus dikemas dalam format digital yang layak baca. Soal mentoring, bisa datang ke tempat latihan kami, yaitu Pendopo Dalem Wisnu Wardhana, barat lapangan sepak bola kampung Minggiran, Yogyakarta, latihan biasanya setiap hari Jumat, pukul 19.00 – 21.00.

  21. R.H. Santosa Says:

    Perkenalkan diri saya adalah salah seorang yang mulai belajar silat pada perguruan Per. P.I. di Tahun 1965 an, tempat latihan di Aula SMA Negeri IV Kotabaru. Pelatih saya pada waktu itu mas Suparno (ndak tahu sekarang dimana), mas Sutanto. Teman-teman latihan saya selanjutnya adalah Mas Lukito, Mas Darmoko, Mas Darman, Mas Sardjono.
    Selanjutnya saya berlatih di bawah asuhan Bapak Subardjo (masih sugeng dan baru saja menderita sakit) di Puwokinanti. Juga pernah memperoleh gemblengan oleh almarhum Bpk. Gunardjo (dulu tinggal di Gemblakan, dan terakhir beliau tinggal di Serangan).
    Saya pernah menjadi pelatih di Aula SMA N IV, di Balaikota Pakualaman.
    Mungkin sekian dulu perkenalan dari saya.
    Mumpung masih bulan syawal, saya mohon maaf lahir bathin bagi semua warga PerPI.
    Nuwun.

  22. sangat ditunggu keluarnya edisi soft copy di blog ini,…..

  23. Pak Djarot Purbadi,
    Perkenalkan saya Hermanto, maaf ya pak kehadiran saya ini sangat telat , setelah membaca blog ini, saya juga sangat menyukai segala macam ilmu pernafasan, sehingga kalau pak Djarot berkenan saya sangat berterima kasih sekali kalau bapak dapat memberitahukan ke saya bagaimana caranya dan dimana saya dapat membeli buku bapak Tarsono ilmu pernafasan utuk kesaktian dan sugesti ini.

    salam
    Hermanto
    HP 08119204381 atau email hermantok@gmail.com

  24. ada yang tau tempat latihan untuk area depok / jakarta timur terima kasih

  25. wah wacana yg udh lama ternyata, maaf saya baru menemukan :( . mohon jika memang jadi “di lepas” lagi melalui internet, sangat kami harapkan.

    atau mungkin lewat email??? karna sangat tertarik sekali untuk belajar warisan ndoro R.M Harimurti

    kasur89[at]yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: